Friday, April 3, 2015

LG G3 Stylus - Mini Review & Perbandingan Hasil foto Note 4 & G3 Stylus

Sepertinya LG tidak mau ketinggalan dengan Samsung, dengan membenamkan Stylus khusus. Namun sebelum kita bicara lebih jauh nampaknya kemampuan Samsung seri Note dengan fitur stylusnya tidak dapat dikalahkan oleh LG.

LG G3 Stylus merupakan sebuah handset dengan fitur DUAL SIM, ya saya tegaskan DUAL SIM nya karena dari semua toko online yang saya kunjungi tidak semua melampirkan informasi tersebut, sedangkan di GSM ARENA tampak jelas bahwa LG G3 Stylus merupakan sebuah device dengan fitur DUAL SIM, GSM GSM.

Berikut beberapa penampakannya :


Memiliki layar 5,5inch dengan resolusi 540 x 960 pixel. IPS LCD dengan 16M colors. Dan ditenagai dengan prosesor Quad-Core 1,3Ghz Cortex A7 MTK MT6582. GPU Mali-400MP2. 


Removable battery dengan kapasitas 3000mAh mampu bertahan seharian dengan kondisi, 7 email aktif, Fcaebook, Twitter, Instagram dan browsing "semena mena". Sudah dua hari saya coba, setiap hari cabut dari charger pukul 7 pagi, sampai jam 11 malam, battery masih tersisa 50%. Terkadang apabila cukup sering digunakan bermain COC, battery pun masih tersisa cukup banyak, sekitar 45%. 

Kamera yang dibenamkan, memiliki 13megapixel, Autofocus, dan disertai LED Flash. Selain itu, kameranya pun memiliki fitur Autolock Exposure dimana kita bisa tekan dilayar untuk menjadi spot metering disaat kita ingin mengambil gambar namun dengan pengukuran cahaya yang terpusat disatu titik. Kamera depan tidak terlalu besar, hanya 1,3MP sedangan video memiliki kemampuan 1080p @30fps. 



LG Menempatkan "lubang" earphone dibagian bawah dekat dengan "lubang" charger. Nampaknya penempatan ini seolah olah menyetujui apa yang dilakukan oleh iPhone. Memang betul sih, earphone plug dibawah, mengurangi ganguan kabel disaat kita memainkan device sambil mendengarkan lagu, menonton video dan radio FM yang juga terbenam didalam device ini. 





Salah satu fitur yang saya mirip seperti Note 4, dimana kita bisa melakukan multitasking. LG menyematkan fitur DUAL Window, semisal disaat kita mengklik sebuah link dari email yang kita dapatkan, maka otomatis Dual Window langsung terbuka, kita akan melihat email dan browser secar langsung dilayar yg ada dengan posisi portrait. 


Quiet Mode adalah salah satu fitur dimana kita bisa membuat jadwal, jam berapa si device harus "diam/ silent". Fitur ini merupakan fitur yang menurut saya sangat berguna. Disaat malam hari, kita tidak perlu merubah profile dari vibrate maupun sound menjadi "silent" 


LG G3 stylus memiliki 1GB RAM dan internal memory sebesar 8GB. Dengan dukungan slot micro SD yang mendukung sampai 32GB. 


LG G3 Stylus memiliki fitur Dual Sim Dual Standby dengan SIM ukuran Micro. 


Tida adanya fitur auto brightness merupakan salah satu kekurangan yang saya rasakan dimana disaat-saat tertentu terkadang secara manual saya harus geser geser sendiri sampai menemukan brightness yang pas dengan kondisi cahaya yang ada. Namun layar yang ada tergolong nyaman untuk dilihat dibawah matahari yang terik. 

Sensor yang terbenam hanya Accelerometer, proximity dan compass saja. 

Hasil fotonya sendiri tidaklah tergolong superb, menurut saya hanya tergolong OK, tidak ada kelebihan tertentu namun masih dapat diterima. Berikut perbandingan langsung dengan hasil foto Samsung Note 4. 

LG G3 Stylus



Samsung Note 4


Seluruh foto-foto  unit LG G3 stylus ini diambil menggunakan Samsung Galaxy Note 4. 

Bagi yang membutuhkan smartphone dengan fitur yang tidak berlebihan namun mampu melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan smartphone dengan daya tahan battery yang super, maka LG G3 Stylus boleh dikatakan sangat mumpuni. 

Disaat pukul 14.00 Battery Samsung Note 4 saya tersisa 57%, LG G3 masih memiliki 75%. 






Thursday, March 26, 2015

New York from the top - Empire State Building




Kalau kita ada kesempatan ke New York, USA, maka kunjungan ke Empire State Building sebaiknya jangan sampai terlewat. Disinilah kita bisa melihat New York  dari atas dan melihat sekeliling New York yang dianggap sebagai "Hutan Kongkrit".

Untuk masuk dan melihat New York dari atas, kita diharuskan membeli tiket terlebih dahulu. Anda bisa membelinya langsung didalam gedung Empire State. Gedung yang memiliki 102 lantai ini memang membuka dan mengadakan tour untuk pengunjung setiap saat. Kita diberi pilihan untuk naik sampai ke Main Deck (lt 86) maupun Top Dek (lt 102). Deck ini dinamakan Observation deck yang umum dikunjungi para pelancong.

Harga ticket memang tidak murah, harga dimulai dari USD 32, harga lengkapnya dapat dilihat di: http://www.esbnyc.com/buy-tickets

New York memang pantas dijuluki sebagai kota dengan berjuta gedung. Hampir setiap jengkalnya dipenuhi dengan berbagai macam gedung, baik tua maupun muda. Kebetulan kami tinggal tidak jauh dari Madison Square Garden sedangkan Empire State Building ini hanya berjarak kurang lebih 15 menit jalan kaki.

Sesaat sebelum menaiki lift :


Berikut ini beberapa pemandangan dari Main Deck yang berada di lantai 86:











Untuk masuk kedalam gedung ini, kita akan diperiksa layaknya seperti kita akan masuk dalam pesawat. Dimana benda tajam tidak akan sama sekali diijinkan. Kebetulan saya suka membawa army knife di tas dan saat itu, petugas menyita sementara dan boleh saya ambil kembali saat saya sudah selesai tur didalam gedungnya.

Empire State building memiliki sendiri catatan sejarahnya. Gedung yang terletak di tengah kota Manhattan, New York ini beralamat di 5th Avenue antara West 33rd dan 34th. Gedung ini juga dianggap sebagai American Cultural Icon. Design gedungnya yang memiliki ciri khas Art Deco dan telah masuk dalam 7 keajaiban dunia moden oleh American Society of Civil Engineers.

Jangan lupa, sebagai kenangan-kenangan, sebaiknya ikut untuk membeli foto diri kita dengan latar belakang Empire State Building yang bisa kita lakukan sesaat sebelum kita naik ke lantai 86/ main deck. Nantinya foto sudah siap untuk kita ambil saat kita sudah selesai tour. Kalau tidak mau dibeli juga tidak apa sih, tapi sayang yah kalau sudah sampai disana tidak bikin foto kenang-kenangan....