Asus Vivobook X202E dengan spek, Core i3 3217U, 4GB, 500GB, 11.6" Touch, VGA Intel, BT, W8
Aplikasi terinstall
*Office for Home/ students
*VLC
*McAfee (gratis untuk 2 atau 3 bulan dari Asus nya)
*Media Player bawaan Win8
*News downlaod dari Microsoft Store
*Weather
*Twitter linked melalui contact
dan beberapa file aplikasi bawaan yang hampir tidak pernah saya pakai.
Body built: Tekesan elegan dengan balutan metal dan tidak terkesan ringkih sama sekali. Dengan berat 1,5kg kira kira, saya masih ragu apakah tergolong ultrabook atau laptop 11inch? Anyhow perbandingan ringkih dengan portege R830 yang dulu pernah saya pakai, sebesar 13 inch tapi sangat berasa plastik nya. Karena terbiasa membaca macbook, asus jadi serasa solid seperti produk Mac.
Performance: IMPRESSIVE! untuk presentasi dengan kondisi di set high performance, bisa bertahan hampir 4 jam sedangkan dalam Battery save mode, battery bisa bertahan 5 jam.
Coba playback MKV full HD--> Tanpa masalah
Coba file presentasi sebesar 250MB--> Tanpa lag dan masalah
Coba buka aplikasi Word, Excel, Powerpoint, Music, dan chrome--> bagus seklai dan running smooth
Layar 11 inch terkesan kecil memang betul tapi semuanya masih readable dan tidak ada kendala apa apa untuk saya gunakan kerja.
Disayangkan, keyboardnya yang tidak memiliki backlight sehingga sangat mengandalkan suasana yang cukup terang untuk "ngetiik" seandainya saja ada backlight maka laptop ini akan semakin sempurna.
Kenyaman mengetik di laptop ini sangatlah nyaman kalau boleh di bilang hampri serasa ngetik di Mac yang saya anggap paling nyaman dibandingkan laptop lainnya. (Lenovo, Acer, Toshiba dan HP)
Wifi Connection, mudah dan cepat terkoneksi tanpa halangan
Fitur OS Windows 8 ini kalau dari pandangan saya, memang mereka membuat sedemikian rupa untuk kemudahan kita apabila sering membuka beberapa aplikasi bersamaan disaat mengerjakan sesuatu. Cukup tekan "Windows + Tab" kita bisa memilih, mau lihat aplikasi yang mana. "Windows + D" maka otomatis masuk ke Desktop mode.
ATAU kalau dirasa lebih senang menggunakan trackpadnya cukup:
*geser dari kiri ke kanan maka aplikasi akan berubah ke aplikasi lain yang sudah dibuka
*geser dari bawah ke atas atau sebaliknya maka langsung FULL SCREEN
*geser dari kanan ke kiri maka langsung terlihat tampilan menu lain, seperti setting, wifi, share, search, device, jam, date, dan battery.
*pinch out pinch in seperti macbook untuk zoom in zoom out
Sementara hanya itu yang saya temukan sampai saat ini.....
Asus mengclaim bahwa loading dari saat buka screen ke tampilan Windows 8 sangat cepat, memang betul, kira kira 2 detik namun belum sepenuhnya sempurna sebenarnya jadi masih harus nunggu beberapa saat sampai benar benar bisa full performance. Semisal saya geser geser di trackpad, masih terasa lag nya.
Namun, dengan layar sentuh/ Touch Screen LCD, navigasi kita jadi lebih cepat, apalagi kalau sedang browsing, hampir lupa dengan keyboard dan trackpad, tinggal sentuh sentuh layar dan langsung klik yang mana saja bisa di sentuh di layar. geser geser menu di windows 8 pun terasa sangat smooth. Layaknya iPad/ iPhone/ GNote atau HTC One X.
Sinkronisasi dengan Contact di Gmail, ternyata dengan melakukan:
1. Sign in email kita di "Mail"
2. Akan ditanyakan apa yang mau di sinkron, apakah kontak dan schedule?
3. kita pilih keduanya maka, otomatis contact semua masuk ke Vivo dan demikian juga semua schedule yang sudah kita buat di Google calender.
Sinkronisasi ini sangat memudahkan saya memindahkan semua kontak dan schedule yg selalu saya update di Google. Otomatis semua schedule akan tampil di "HOME" Windows 8, janji temu apa saja yang saya miliki di beberapa waktu kedepan.
Kalau kemarin saya menggunakan Imaga Data Converter dari SOny untuk mengolah File RAW saya menjadi JPEG, terasa sangat lelet, maka saya coba Photoscape, free software untuk rubah file yang bisa secara keseluruhan, ternyata memang tidak selama yang saya alami sebelumnya. So far Photoscape menjadi andalan saya.
Suara yang dihasilkan oleh si Asus ini memang benar benar menyenangkan untuk saya. Karakter suara yang "berisi", nyaman di dengarkan di Asus Vivobook.
Keunggulan ukuran dan berat yang merupakan faktor kenyaman untuk saya selama ini, tidak bulky dan nyaman di "tenteng"
Terlepas dari semuanya, sepertinya dengan size factor, built quality, performance dan penampilan saya merasa laptop ini di bandrol di harga yang sesuai tidak semahal vaio dengan spek dibawahnya atau merk merk lain.
Output HDMI maupun VGA yang sudah builtin sangat menyenangkan, saya gunakan presentas di LCD/ LED screen maka HDMI sangat berperan besar, semuanya jadi lebih nyaman dan "hidup" ketimbang hanya VGA. Compact dan compatible.
2 USB slot yng tidak terlalu berdempetan, memudahkan untuk men "colok" berbagai device/ kabel data/ flash disk. Ditambah satu slot USB 3.0 yang speed nya lebih baik dari USB 2.0 di sisi kanan laptop, semakin cepat untuk akses portable HDD saya yang sudah support USB 3.
Kekurangan dari Windows 8 yang saya rasa masih sangat berasa adalah Microsoft store nya yang entah kenapa selalu di aksesnya sulit atau lambat, tidak secepat itunes, apalagi kalau kita mau download apps atau update, dengan besaran file yang hanya beberapa puluh mega, waktu yang untuk mendownload sangatlah lama walaupun kecepatan internet stabil di 2Mbps.
Sampai saat ini untuk dibawa bawa "keliling", saya merasa nyaman dan terpaksa iPad ngendon di rumah deh heheeh apalagi kalau untuk travelling, saya yakin pasti akan diara menyenangkan, ketimbang bawa macbook pro saya yang 13 inch. Saya ambil faktor beratnya saja, saya tidak bandingkan dengan Macbook air dengan budget harga di Vivo. Tentunya kalau saya memiliki budget lebih, pasti saya akan ambil macbook air 11 inch. Karena half of the price, kapasitas 500GB HDD dan 4GB RAM, vivo "terasa" lebih murah untuk saya.
Saya tidak bandingkan juga performance dengan mac karena rasanya tidak fair, tapi sebatas untuk kerja kantoran biasa, nyaman sekali! dan meringankan beban bawaan yang ada ....: )
Showing posts with label Gadget. Show all posts
Showing posts with label Gadget. Show all posts
Monday, September 2, 2013
Tuesday, August 27, 2013
JBL OnBeat Xtreme
Sedikit berbagi mungkin berguna untuk rekan rekan yang sedang mencari speaker "enak" untuk iPod, iPhone, iPad dan gadgets lainnya. Untuk Foto nya, google aja yah, belom sempet motret soalnya : )
JBL OnBeat Extreme
Spec singkat :
Connection: Bluetooth, Docking utk iPad maupun iPhone atau iPod, 3,5mm connector untuk gadget non iDevices dan USB utk koneksi dengan iTunes serta Video output berupa RCA. (Ya, Video output.....)
2 woofer & 2 tweeter
Response bandwith 47 Hz - 22KHz
Input impedance 15 KOhm
Signal to noise rasio : 85db
Power output 120W max
Bentuk nya sangat tidak kaku dan bergelombang dengan berbalut warna hitam dan chrome. Seperti biasa, speaker speaker JBL by Harman selalu tampil memukau dan elegant!
Mungkin pernah inget waktu saya pernah tanya tanya soal Speaker B&W dan semenjak itu deh nabung dikit dikit utk membeli speaker B&W, tapi entah kenapa begitu mendengar suara si JBL ini, langsung berubah opini ditambah modelnya yang sangat modern, saya langsung memutuskan untuk membeli speaker ini.
Suara yang dihasilkan sangatlah jernih dan benar benar sesuai dengan karakter suara yang saya suka, Bass, treeble serta kejernihan vocal benar benar terasa. Kuping rasanya sudah tidak mau untuk mendengar yang lain, sempat di tes dengan Yamaha tapi nampaknya suara di speaker Yamaha ada sedikit kejanggalan, tidak terdengar asli/ original. Nampak seperti di "buat" lagi.
Untuk mendengar lagu lagu Flac dari Gnote, WAV rekaman dari Marantz, Apple looseless, benar benar memukau, dengan fisiknya yang tidak lebih besar dari sebuah compo, suara yang dihasilkan bisa memenuhi ruangan sebesar 6 x 10m dan yang terparah adalah, berhasil menyingkirkan speaker yang biasa saya pakai untuk nonton film yang selama ini bersandingan dengan TV yang ada di rumah!
Selalu ada alasan untuk menancapkan iPhone ke docking nya hanya untuk mendengar kualitas suara yang solid tanpa cela! Dari dulu saya memang suka dengan karakter suara si JBL hanya saja belum kesampean untuk memiliki speaker system nya JBL yang untuk home theather, yang dibandrol hampir mencapai 26jt yang paling basic! Konyol memang kalau dipikir tapi apa boleh buat kalau kuping sudah mendengar, tangan serta otak sudah tidak bisa di kontrol dengan akal sehat lagi.
JBL Onbeat Extreme ini kalau di bilang orang, ada harga ada rupa, memang betul! dengan suara yang dihasilkan, setiap desis yang ada dari lagu lagu yang saya playback, terdengar jelas, memang belum sampai ketahap kalau dengerin lagu dengan high end audio yah, cuma untuk sebuah speaker docking yang tadinya harapan saya hanya paling paling seperti suara compo, ternyata diluar dugaan, memuaskan saya yang memang suka mendengar suara suara music yang enak dan jernih!
Kalau tadi dibilang ada Video output, untuk apa? Video output ini untuk menonton film yang ada di iPhone maupun iPad yang kita tancapkan di docking itu. Hanya saja gambar yang keluar memang bukan kualitas HDMI yah karena masih menggunakan kable RCA. Namun suara yang dikeluarkan oleh si docking, seakan akan menutupi kekurangan dari gambar video yang tampil di layar LCD.
Disaat iPhone maupun iPad di tancapkan maka si docking pun akan mengisi kapasitas battery si device (charging), yang paling mencengangkan adalah, ada fitur speakerphone serta mic di docking ini. Jadi semisal sedang mendengar music, tiba tiba ada telpon masuk, kita bisa tetap jawab telephone tanpa harus mencabut dari docking. Suara lawan bicara akan keluar dari speaker sedangkan suara kita akan terekam oleh Mic yang ada di bagian tengah depan persis di tempat penempatan merek JBL.
Kadang ada masanya dimana kita mau bermain wireless, docking cukup kita set ke bluetooth maka macbook maupun idevice lainnya yang mensupport A2DP bisa langsung mengenali dan paired dengan si docking. As easy as 1 2 3. Playback di macbook sedangan speaker berada jauh tidak lah menjadi masalah. Kekurangannya hanya, apabila kita playback menggunakan Bluetooth/ wireless/ Airplay maka suara yang dihasilkan masih belum sebening kalau kita playback menggunakan kabel.
Remote yang disertakan adalah remote simple yang memiliki banyak fitur. Kita juga bisa men set EQ yang sudah di set di dalam docking tersebut. Mulai dari EQ untuk music, Game, Chat maupun Video. Bentuk remote yang tidak lebih besar dari bungkus rokok, dibalut bahan plastik yang solid dengan permukaan karet, sangat enak dan tidak licin apabila kita menggunakan remote untuk mengendalikan semuanya, mulai dari Rewind, Forward, pause, play, Volume, dll.
Yang tadinya saya rencanakan docking ini untuk saya taruh ruang kerja kantor saya, niat itu saya urungkan, rasanya lebih pas kalau saya taruh di rumah dan saya nikmati setiap malam dan pagi hari serta di hari libur. Selain kemampuan suara yang masuk kategori High Performance, JBLONBEAT Extreme ini menambah "kekerenan" ruang nonton TV keluarga. Kaau boleh dibilang secara singkat, speaker ini memang layak di bandrol dengan harga yang sedikit lebih mahal dari sebuah Galaxy Note yang baru.
Simplicity nya yang bisa membuat saya terpesona, semisal kita mau menginap di Hotel bersama keluarga (bukan utk business trip yah), maka kita bisa bawa untuk tetap menikmati nya. Rasanya ada yang kurang kalau belum denger si JBL ini ini dalam sehari.
Kepuasan saya terhadap speaker ini kalau boleh di nilai, 9 dari 10. At least cukup menutupi luka hati yang tidak sempat bisa "jajan" di saat pameran ICS kemarin. Penilaian ini sangat subjectve yah....setiap orang memiliki selera masing masing.
Didalam paket pembelian, kita sudah disertakan Holder utk iPhone maupun iPAD, semuanya plug and play, Kabel power, Kabel USB dserta kartu garansi.
Waduh udah kepanjangan euy.......cukup sekian dulu ya, mudah mudahan yang suka audio, bisa mempertimbangan untuk membeli ini.
JBL OnBeat Extreme
Spec singkat :
Connection: Bluetooth, Docking utk iPad maupun iPhone atau iPod, 3,5mm connector untuk gadget non iDevices dan USB utk koneksi dengan iTunes serta Video output berupa RCA. (Ya, Video output.....)
2 woofer & 2 tweeter
Response bandwith 47 Hz - 22KHz
Input impedance 15 KOhm
Signal to noise rasio : 85db
Power output 120W max
Bentuk nya sangat tidak kaku dan bergelombang dengan berbalut warna hitam dan chrome. Seperti biasa, speaker speaker JBL by Harman selalu tampil memukau dan elegant!
Mungkin pernah inget waktu saya pernah tanya tanya soal Speaker B&W dan semenjak itu deh nabung dikit dikit utk membeli speaker B&W, tapi entah kenapa begitu mendengar suara si JBL ini, langsung berubah opini ditambah modelnya yang sangat modern, saya langsung memutuskan untuk membeli speaker ini.
Suara yang dihasilkan sangatlah jernih dan benar benar sesuai dengan karakter suara yang saya suka, Bass, treeble serta kejernihan vocal benar benar terasa. Kuping rasanya sudah tidak mau untuk mendengar yang lain, sempat di tes dengan Yamaha tapi nampaknya suara di speaker Yamaha ada sedikit kejanggalan, tidak terdengar asli/ original. Nampak seperti di "buat" lagi.
Untuk mendengar lagu lagu Flac dari Gnote, WAV rekaman dari Marantz, Apple looseless, benar benar memukau, dengan fisiknya yang tidak lebih besar dari sebuah compo, suara yang dihasilkan bisa memenuhi ruangan sebesar 6 x 10m dan yang terparah adalah, berhasil menyingkirkan speaker yang biasa saya pakai untuk nonton film yang selama ini bersandingan dengan TV yang ada di rumah!
Selalu ada alasan untuk menancapkan iPhone ke docking nya hanya untuk mendengar kualitas suara yang solid tanpa cela! Dari dulu saya memang suka dengan karakter suara si JBL hanya saja belum kesampean untuk memiliki speaker system nya JBL yang untuk home theather, yang dibandrol hampir mencapai 26jt yang paling basic! Konyol memang kalau dipikir tapi apa boleh buat kalau kuping sudah mendengar, tangan serta otak sudah tidak bisa di kontrol dengan akal sehat lagi.
JBL Onbeat Extreme ini kalau di bilang orang, ada harga ada rupa, memang betul! dengan suara yang dihasilkan, setiap desis yang ada dari lagu lagu yang saya playback, terdengar jelas, memang belum sampai ketahap kalau dengerin lagu dengan high end audio yah, cuma untuk sebuah speaker docking yang tadinya harapan saya hanya paling paling seperti suara compo, ternyata diluar dugaan, memuaskan saya yang memang suka mendengar suara suara music yang enak dan jernih!
Kalau tadi dibilang ada Video output, untuk apa? Video output ini untuk menonton film yang ada di iPhone maupun iPad yang kita tancapkan di docking itu. Hanya saja gambar yang keluar memang bukan kualitas HDMI yah karena masih menggunakan kable RCA. Namun suara yang dikeluarkan oleh si docking, seakan akan menutupi kekurangan dari gambar video yang tampil di layar LCD.
Disaat iPhone maupun iPad di tancapkan maka si docking pun akan mengisi kapasitas battery si device (charging), yang paling mencengangkan adalah, ada fitur speakerphone serta mic di docking ini. Jadi semisal sedang mendengar music, tiba tiba ada telpon masuk, kita bisa tetap jawab telephone tanpa harus mencabut dari docking. Suara lawan bicara akan keluar dari speaker sedangkan suara kita akan terekam oleh Mic yang ada di bagian tengah depan persis di tempat penempatan merek JBL.
Kadang ada masanya dimana kita mau bermain wireless, docking cukup kita set ke bluetooth maka macbook maupun idevice lainnya yang mensupport A2DP bisa langsung mengenali dan paired dengan si docking. As easy as 1 2 3. Playback di macbook sedangan speaker berada jauh tidak lah menjadi masalah. Kekurangannya hanya, apabila kita playback menggunakan Bluetooth/ wireless/ Airplay maka suara yang dihasilkan masih belum sebening kalau kita playback menggunakan kabel.
Remote yang disertakan adalah remote simple yang memiliki banyak fitur. Kita juga bisa men set EQ yang sudah di set di dalam docking tersebut. Mulai dari EQ untuk music, Game, Chat maupun Video. Bentuk remote yang tidak lebih besar dari bungkus rokok, dibalut bahan plastik yang solid dengan permukaan karet, sangat enak dan tidak licin apabila kita menggunakan remote untuk mengendalikan semuanya, mulai dari Rewind, Forward, pause, play, Volume, dll.
Yang tadinya saya rencanakan docking ini untuk saya taruh ruang kerja kantor saya, niat itu saya urungkan, rasanya lebih pas kalau saya taruh di rumah dan saya nikmati setiap malam dan pagi hari serta di hari libur. Selain kemampuan suara yang masuk kategori High Performance, JBLONBEAT Extreme ini menambah "kekerenan" ruang nonton TV keluarga. Kaau boleh dibilang secara singkat, speaker ini memang layak di bandrol dengan harga yang sedikit lebih mahal dari sebuah Galaxy Note yang baru.
Simplicity nya yang bisa membuat saya terpesona, semisal kita mau menginap di Hotel bersama keluarga (bukan utk business trip yah), maka kita bisa bawa untuk tetap menikmati nya. Rasanya ada yang kurang kalau belum denger si JBL ini ini dalam sehari.
Kepuasan saya terhadap speaker ini kalau boleh di nilai, 9 dari 10. At least cukup menutupi luka hati yang tidak sempat bisa "jajan" di saat pameran ICS kemarin. Penilaian ini sangat subjectve yah....setiap orang memiliki selera masing masing.
Didalam paket pembelian, kita sudah disertakan Holder utk iPhone maupun iPAD, semuanya plug and play, Kabel power, Kabel USB dserta kartu garansi.
Waduh udah kepanjangan euy.......cukup sekian dulu ya, mudah mudahan yang suka audio, bisa mempertimbangan untuk membeli ini.
Wednesday, June 19, 2013
Perbandingan Hasil Foto Lumia 720 & Samsung Galaxy Note 2
Demikian kira kira hasil foto yang bisa dilihat dan dinilai sendiri yah.
monggo dilihat sendiri dan dinilai sendiri yah.
Semua setting sama di 6mpix, no flash, posisi sama, dan Iso sama sama Auto.
Sengaja object nya pakai warna hijau dan biru biar kontras.
EXIF Samsung:
F-stop 2,6
Exposure Time 1/40sec
ISO 80
FL 4mm
EXIF Lumia 720
F-stop 1,9
Exposure Time 1/50 Sec
ISO 100
FL : n/a
Perbandingan hasil foto :

Hasil foto Lumia setelah dan sebelum colour corrected

Hasil foto Gnote 2 yang diperbesar:

Hasil foto Lumia yang diperbesar

Bagaimana kira kira? Lumia 720 harganya setengah dari Gnote 2. : D
monggo dilihat sendiri dan dinilai sendiri yah.
Semua setting sama di 6mpix, no flash, posisi sama, dan Iso sama sama Auto.
Sengaja object nya pakai warna hijau dan biru biar kontras.
EXIF Samsung:
F-stop 2,6
Exposure Time 1/40sec
ISO 80
FL 4mm
EXIF Lumia 720
F-stop 1,9
Exposure Time 1/50 Sec
ISO 100
FL : n/a
Perbandingan hasil foto :

Hasil foto Lumia setelah dan sebelum colour corrected

Hasil foto Gnote 2 yang diperbesar:

Hasil foto Lumia yang diperbesar

Bagaimana kira kira? Lumia 720 harganya setengah dari Gnote 2. : D
Subscribe to:
Posts (Atom)