Sedikit berbagi mungkin berguna untuk rekan rekan yang sedang mencari speaker "enak" untuk iPod, iPhone, iPad dan gadgets lainnya. Untuk Foto nya, google aja yah, belom sempet motret soalnya : )
JBL OnBeat Extreme
Spec singkat :
Connection: Bluetooth, Docking utk iPad maupun iPhone atau iPod, 3,5mm connector untuk gadget non iDevices dan USB utk koneksi dengan iTunes serta Video output berupa RCA. (Ya, Video output.....)
2 woofer & 2 tweeter
Response bandwith 47 Hz - 22KHz
Input impedance 15 KOhm
Signal to noise rasio : 85db
Power output 120W max
Bentuk nya sangat tidak kaku dan bergelombang dengan berbalut warna hitam dan chrome. Seperti biasa, speaker speaker JBL by Harman selalu tampil memukau dan elegant!
Mungkin pernah inget waktu saya pernah tanya tanya soal Speaker B&W dan semenjak itu deh nabung dikit dikit utk membeli speaker B&W, tapi entah kenapa begitu mendengar suara si JBL ini, langsung berubah opini ditambah modelnya yang sangat modern, saya langsung memutuskan untuk membeli speaker ini.
Suara yang dihasilkan sangatlah jernih dan benar benar sesuai dengan karakter suara yang saya suka, Bass, treeble serta kejernihan vocal benar benar terasa. Kuping rasanya sudah tidak mau untuk mendengar yang lain, sempat di tes dengan Yamaha tapi nampaknya suara di speaker Yamaha ada sedikit kejanggalan, tidak terdengar asli/ original. Nampak seperti di "buat" lagi.
Untuk mendengar lagu lagu Flac dari Gnote, WAV rekaman dari Marantz, Apple looseless, benar benar memukau, dengan fisiknya yang tidak lebih besar dari sebuah compo, suara yang dihasilkan bisa memenuhi ruangan sebesar 6 x 10m dan yang terparah adalah, berhasil menyingkirkan speaker yang biasa saya pakai untuk nonton film yang selama ini bersandingan dengan TV yang ada di rumah!
Selalu ada alasan untuk menancapkan iPhone ke docking nya hanya untuk mendengar kualitas suara yang solid tanpa cela! Dari dulu saya memang suka dengan karakter suara si JBL hanya saja belum kesampean untuk memiliki speaker system nya JBL yang untuk home theather, yang dibandrol hampir mencapai 26jt yang paling basic! Konyol memang kalau dipikir tapi apa boleh buat kalau kuping sudah mendengar, tangan serta otak sudah tidak bisa di kontrol dengan akal sehat lagi.
JBL Onbeat Extreme ini kalau di bilang orang, ada harga ada rupa, memang betul! dengan suara yang dihasilkan, setiap desis yang ada dari lagu lagu yang saya playback, terdengar jelas, memang belum sampai ketahap kalau dengerin lagu dengan high end audio yah, cuma untuk sebuah speaker docking yang tadinya harapan saya hanya paling paling seperti suara compo, ternyata diluar dugaan, memuaskan saya yang memang suka mendengar suara suara music yang enak dan jernih!
Kalau tadi dibilang ada Video output, untuk apa? Video output ini untuk menonton film yang ada di iPhone maupun iPad yang kita tancapkan di docking itu. Hanya saja gambar yang keluar memang bukan kualitas HDMI yah karena masih menggunakan kable RCA. Namun suara yang dikeluarkan oleh si docking, seakan akan menutupi kekurangan dari gambar video yang tampil di layar LCD.
Disaat iPhone maupun iPad di tancapkan maka si docking pun akan mengisi kapasitas battery si device (charging), yang paling mencengangkan adalah, ada fitur speakerphone serta mic di docking ini. Jadi semisal sedang mendengar music, tiba tiba ada telpon masuk, kita bisa tetap jawab telephone tanpa harus mencabut dari docking. Suara lawan bicara akan keluar dari speaker sedangkan suara kita akan terekam oleh Mic yang ada di bagian tengah depan persis di tempat penempatan merek JBL.
Kadang ada masanya dimana kita mau bermain wireless, docking cukup kita set ke bluetooth maka macbook maupun idevice lainnya yang mensupport A2DP bisa langsung mengenali dan paired dengan si docking. As easy as 1 2 3. Playback di macbook sedangan speaker berada jauh tidak lah menjadi masalah. Kekurangannya hanya, apabila kita playback menggunakan Bluetooth/ wireless/ Airplay maka suara yang dihasilkan masih belum sebening kalau kita playback menggunakan kabel.
Remote yang disertakan adalah remote simple yang memiliki banyak fitur. Kita juga bisa men set EQ yang sudah di set di dalam docking tersebut. Mulai dari EQ untuk music, Game, Chat maupun Video. Bentuk remote yang tidak lebih besar dari bungkus rokok, dibalut bahan plastik yang solid dengan permukaan karet, sangat enak dan tidak licin apabila kita menggunakan remote untuk mengendalikan semuanya, mulai dari Rewind, Forward, pause, play, Volume, dll.
Yang tadinya saya rencanakan docking ini untuk saya taruh ruang kerja kantor saya, niat itu saya urungkan, rasanya lebih pas kalau saya taruh di rumah dan saya nikmati setiap malam dan pagi hari serta di hari libur. Selain kemampuan suara yang masuk kategori High Performance, JBLONBEAT Extreme ini menambah "kekerenan" ruang nonton TV keluarga. Kaau boleh dibilang secara singkat, speaker ini memang layak di bandrol dengan harga yang sedikit lebih mahal dari sebuah Galaxy Note yang baru.
Simplicity nya yang bisa membuat saya terpesona, semisal kita mau menginap di Hotel bersama keluarga (bukan utk business trip yah), maka kita bisa bawa untuk tetap menikmati nya. Rasanya ada yang kurang kalau belum denger si JBL ini ini dalam sehari.
Kepuasan saya terhadap speaker ini kalau boleh di nilai, 9 dari 10. At least cukup menutupi luka hati yang tidak sempat bisa "jajan" di saat pameran ICS kemarin. Penilaian ini sangat subjectve yah....setiap orang memiliki selera masing masing.
Didalam paket pembelian, kita sudah disertakan Holder utk iPhone maupun iPAD, semuanya plug and play, Kabel power, Kabel USB dserta kartu garansi.
Waduh udah kepanjangan euy.......cukup sekian dulu ya, mudah mudahan yang suka audio, bisa mempertimbangan untuk membeli ini.
Tuesday, August 27, 2013
JBL ON Tour Micro
Sedikit oleh2 dari perjalanan kemarin, waktu di Airport Perth, saya lihat2 di Duty Free nya ada satu barang yg menarik, sebuah speaker kecil dengan ukuran tidak lebih dari telapak tangan, seharga AUD 34.
Awalan saya agak ragu, apakah benar ini Speaker bisa menghasilkan suara yg bagus utk ukuran speaker kecil seperti ini. Berhubung tidak ada demo unit nya, ya sudah nekat deh saya bungkus. Dengan harapan bisa saya pakai utk presentasi di ruangan yg isinya tidak lebih dari 10 orang. Karena ke "portable"an nya, saya yakin speaker ini memudahkan utk dibawa bawa dan juga disertai pouch di dus nya.
Setiba di rumah, saya tes dan coba dengan beberapa device, awalan dengan Macbook Air, kemudian GNote2, iPhone 4s, dan Xperia S. Alhasil, mengagumkan sekali speaker ini dan sangat menyesal hanya beli 1.
Lithium Battery dibenamkan di unit ini dengan headphone jack yg bisa di "colok" ke unit apapun, disertai dengan Line Out yg bisa digunakan utk "multiple JBL micro speaker, tombol on off serta mini USB utk charging.
Menurut kuping saya yg standard, suara yg dihasilkan:
*ciri khas JBL
*clarity sangat baik
*balance antara mid dan bass
*volume suara relatif kencang dan tidak pecah disaat playback FLAC menggunakan VLC, walaupun volume di set 400%.
Awalan saya agak ragu, apakah benar ini Speaker bisa menghasilkan suara yg bagus utk ukuran speaker kecil seperti ini. Berhubung tidak ada demo unit nya, ya sudah nekat deh saya bungkus. Dengan harapan bisa saya pakai utk presentasi di ruangan yg isinya tidak lebih dari 10 orang. Karena ke "portable"an nya, saya yakin speaker ini memudahkan utk dibawa bawa dan juga disertai pouch di dus nya.
Setiba di rumah, saya tes dan coba dengan beberapa device, awalan dengan Macbook Air, kemudian GNote2, iPhone 4s, dan Xperia S. Alhasil, mengagumkan sekali speaker ini dan sangat menyesal hanya beli 1.
Lithium Battery dibenamkan di unit ini dengan headphone jack yg bisa di "colok" ke unit apapun, disertai dengan Line Out yg bisa digunakan utk "multiple JBL micro speaker, tombol on off serta mini USB utk charging.
Menurut kuping saya yg standard, suara yg dihasilkan:
*ciri khas JBL
*clarity sangat baik
*balance antara mid dan bass
*volume suara relatif kencang dan tidak pecah disaat playback FLAC menggunakan VLC, walaupun volume di set 400%.
Konklusi nya, gak nyesel beli speaker seharga 350ribu dan very portable walaupun saya yakin pasti ada speaker serupa yang lebih murah, hanya saja clarity nya lebih baik dibandingkan dengan speaker dengan ukuran sama dengan merk lain.
Transfer file Foto dari Sony Nex 6 ke Samsung Galaxy Note 2
Sony belum lama ini meluncurkan kamera dengan tipe SONY NEX 6 yang dilengkapi fitur WIFI guna transfer file juga untuk mengunduh aplikasi khusus untuk kamera tersebut. Sayangnya fitur untuk mengunduh aplikasi ini belum tersedia untuk Indonesia.
Cara mudah untuk melakukan transfer file dari Sony Nex 6 ke Samsung Galaxy Note 2 adalah:
1. Aktifkan fitur WIFI di NEX 6 dengan menekan tombol kecil disebelah kanan bawah layar Nex.
2. Aktifkan wifi di Samsung Galaxy Note 2 dan "search" Nex 6.
3. Setelah terhubung dengan memasukkan password yang disertakan oleh NEX, silahkan buka app Galery di Samsung Galaxy Note 2 anda.
4. Apabila tidak ditemukan folder kamera, pencet tombol "manu di sisi kiri bawah Samsung Galaxy Note 2, kemudian pilih "Scan for nearby devices"
5. Tidak lama akan muncur folder baru "Nearby"
Selanjutnya silahkan pilih, file mana yang mau di download ke handheld device kita.
Selamat mencoba.
Cara mudah untuk melakukan transfer file dari Sony Nex 6 ke Samsung Galaxy Note 2 adalah:
1. Aktifkan fitur WIFI di NEX 6 dengan menekan tombol kecil disebelah kanan bawah layar Nex.
2. Aktifkan wifi di Samsung Galaxy Note 2 dan "search" Nex 6.
3. Setelah terhubung dengan memasukkan password yang disertakan oleh NEX, silahkan buka app Galery di Samsung Galaxy Note 2 anda.
4. Apabila tidak ditemukan folder kamera, pencet tombol "manu di sisi kiri bawah Samsung Galaxy Note 2, kemudian pilih "Scan for nearby devices"
5. Tidak lama akan muncur folder baru "Nearby"
Selanjutnya silahkan pilih, file mana yang mau di download ke handheld device kita.
Selamat mencoba.
Monday, August 26, 2013
Ducati Monster 795 Corse Edition - 2013
Sulit menentukan apa sih enak nya sebuah Ducati Monster 795 yang sudah dielu elukan oleh sebagian besar pecinta roda dua, tanpa mencoba nya langsung.
Keputusan untuk membeli Ducati 795, karena pertimbangan beberapa faktor, Utamanya bagi saya adalah kenyamanan disaat duduk bagi pengendara dan pembonceng. Hal ini merupakan hal pertama yang biasanya kita rasakan disaat kita masuk ke sebuah showroom untuk mencari informasi dan mencobanya.
Sensasi pertama yang kami rasakan disaat mengendarai Ducati Monster 795, adalah kenyaman pada sistem suspensi nya. Semua pasti tahu seperti apa jalanan di Jakarta ini yang semrawut dan banyak lobang. Hampir setiap lobang jalanan serta aslpal yang tidak rata, "diserap" langsung oleh suspensi motor ini. Mutlak yang kita rasakan baik bagi pengendara dan pembonceng adalah, "empuk". Ya kata "empuk" ini memang kata pertama yang keluar setelah kami merasakan perjalanan sejauh 50km.
Performa mesin tentunya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, Ducati memiliki mesin dengan konfigurasi "L-Twin cylinder, 2 katup per cylinder Desmodromic, berpendingin udara. Kapasitas mesin 803cc dengan 6 percepatan. Saya yakin semua pasti mengerti bahwa ban juga mempengaruhi kenyamanan sebuah kendaraan. Ducati Monster 795 menggunakan ban berukuran 120/60 untuk ban depan, sedangkan ban belakang 160/60, keduanya menggunakan ban pabrikan Pirelli dengan kode ZR 17 Pirelli Angel ST.
Perbedaan kapasitas bensin pada Ducati 795 ABS dan non-ABS adalah, 15Liter pada non ABS dan 13,5liter pada ABS.
Belum banyak hal hal lain yang dirasakan dari motor ini namun, secara umum, kendaraan dengan berat tidak lebih dari 187kg ini, sangat nyaman bagi seorang pengendara yang menginginkan sebuah motor "street bike" untuk sehari hari.
Keputusan untuk membeli Ducati 795, karena pertimbangan beberapa faktor, Utamanya bagi saya adalah kenyamanan disaat duduk bagi pengendara dan pembonceng. Hal ini merupakan hal pertama yang biasanya kita rasakan disaat kita masuk ke sebuah showroom untuk mencari informasi dan mencobanya.
Sensasi pertama yang kami rasakan disaat mengendarai Ducati Monster 795, adalah kenyaman pada sistem suspensi nya. Semua pasti tahu seperti apa jalanan di Jakarta ini yang semrawut dan banyak lobang. Hampir setiap lobang jalanan serta aslpal yang tidak rata, "diserap" langsung oleh suspensi motor ini. Mutlak yang kita rasakan baik bagi pengendara dan pembonceng adalah, "empuk". Ya kata "empuk" ini memang kata pertama yang keluar setelah kami merasakan perjalanan sejauh 50km.
Performa mesin tentunya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, Ducati memiliki mesin dengan konfigurasi "L-Twin cylinder, 2 katup per cylinder Desmodromic, berpendingin udara. Kapasitas mesin 803cc dengan 6 percepatan. Saya yakin semua pasti mengerti bahwa ban juga mempengaruhi kenyamanan sebuah kendaraan. Ducati Monster 795 menggunakan ban berukuran 120/60 untuk ban depan, sedangkan ban belakang 160/60, keduanya menggunakan ban pabrikan Pirelli dengan kode ZR 17 Pirelli Angel ST.
Perbedaan kapasitas bensin pada Ducati 795 ABS dan non-ABS adalah, 15Liter pada non ABS dan 13,5liter pada ABS.
Belum banyak hal hal lain yang dirasakan dari motor ini namun, secara umum, kendaraan dengan berat tidak lebih dari 187kg ini, sangat nyaman bagi seorang pengendara yang menginginkan sebuah motor "street bike" untuk sehari hari.
Subscribe to:
Posts (Atom)